Cursor

mode

Language Support

logo
logo

Get in touch

  • [email protected]
  • Wisma Staco 7th Floor Jl Casablanca Raya Kav. 18 Menteng Dalam, Tebet South Jakarta
    Indonesia
Awesome Image Awesome Image

Our Blog 2024-05-09

8 Tips Desain UI/UX untuk Aplikasi Software yang User friendly

Writen by novaldo

comments 0

8 Tips Desain UI/UX untuk Aplikasi Software yang User friendly

Dalam era digital saat ini, aplikasi software telah banyak menjamur untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Pentingnya memastikan bahwa aplikasi ini dapat diakses oleh semua pengguna, termasuk mereka yang kesulitan dalam menggunakan suatu aplikasi tidak bisa diabaikan. Desain User Interface (UI) dan User Experience (UX) yang inklusif tidak hanya memenuhi stkamur etika dan hukum, tapi juga meningkatkan jangkauan dan kepuasan pengguna. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana merancang UI dan UX secara menyeluruh, dengan memberikan perhatian khusus pada kebutuhan semua pengguna.

1. Memahami Inklusivitas dalam UI dan UX

Inklusivitas dalam desain UI/UX berarti menciptakan aplikasi yang dapat digunakan dengan nyaman oleh semua orang, tanpa memkamung kemampuan fisik, usia, atau latar belakang kultural. Hal ini melibatkan pemikiran tentang aksesibilitas dari awal proses desain dan memastikan bahwa semua elemen interaktif mudah diakses dan digunakan.

2. Prinsip-prinsip Dasar Desain Inklusif

  • Aksebilitas:

    Memastikan bahwa aplikasi dapat digunakan oleh orang dengan berbagai tingkat kemampuan.
  • Fleksibilitas:

    Desain yang dapat diadaptasi untuk memenuhi berbagai preferensi dan kebutuhan pengguna.
  • Kemudahan Penggunaan:

    Desain yang intuitif yang mudah dipahami dan digunakan oleh semua orang, terlepas dari pengalaman pengguna mereka dengan teknologi.
  • Ketahanan Informasi:

    Memastikan bahwa informasi penting dapat diakses melalui berbagai metode, termasuk pembaca layar dan teknologi bantu lainnya.

3. Mengimplementasikan Aksesibilitas dalam UI

Dalam desain UI, aksesibilitas dapat diintegrasikan melalui beberapa cara:

  • Penggunaan Warna yang Efektif:

    Hindari penggunaan warna sebagai satu-satunya cara untuk menyampaikan informasi, karena ini dapat menyulitkan pengguna dengan buta warna. Gunakan tekstur atau label tambahan untuk membedakan elemen visual.
  • Ukuran Font yang Mudah Dibaca:

    Gunakan ukuran font yang besar dan jelas, dengan kontras tinggi antara teks dan latar belakang.
  • Antarmuka yang Responsif:

    Desain elemen UI yang mudah di klik atau ditekan, terutama bagi pengguna yang memiliki keterbatasan motorik.

Baca Juga : 5 Tips UI/UX Design yang User-Friendly: Best Practices

4. Meningkatkan UX Melalui Aksesibilitas

Dalam UX, fokusnya adalah pada pengalaman keseluruhan pengguna dan memastikan bahwa aplikasi mudah dinavigasi dan dipahami:

  • Navigasi yang Intuitif:

    Struktur navigasi yang jelas dan konsisten di seluruh aplikasi, dengan pilihan untuk mengakses fitur penting melalui shortcut keyboard.
  • Feedback yang Jelas:

    Berikan umpan balik visual atau audio yang jelas ketika interaksi dilakukan, membantu pengguna memahami bahwa tindakan mereka telah berhasil.
  • Tes Pengguna yang Inklusif:

    Lakukan tes penggunaan dengan kelompok yang beragam untuk mengumpulkan umpan balik tentang bagaimana aplikasi dapat ditingkatkan untuk berbagai jenis pengguna.

5. Manfaat Desain Inklusif

  • Peningkatan Jangkauan Pengguna:

    Dengan membuat aplikasi yang lebih aksesibel, kamu dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
  • Kepuasan Pengguna yang Lebih Tinggi:

    Desain yang mempertimbangkan semua pengguna cenderung meningkatkan kepuasan karena menghilangkan hambatan penggunaan.
  • Kepatuhan Regulasi:

    Banyak negara memiliki hukum yang mengharuskan produk digital untuk dapat diakses oleh semua pengguna, termasuk Aplikasi Software.

6. Menerapkan Testing untuk Berbagai Kelompok Pengguna

Penting untuk menguji aplikasi kamu dengan berbagai kelompok pengguna, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Tes kegunaan yang inklusif membantu mengidentifikasi area dimana aplikasi mungkin tidak memenuhi kebutuhan pengguna tertentu. Melibatkan pengguna dari berbagai latar belakang dan kemampuan dalam tes kegunaan bisa memberikan yang berharga tentang elemen desain yang bekerja dengan baik dan yang membutuhkan peningkatan. Misalnya, pengguna dapat membantu menguji efektivitas pembaca layar, sementara pengguna dapat memberikan feedback tentang kenyamanan navigasi.

7. Konten yang Mudah Dicapai dan Dipahami

Konten yang mudah dicapai dan dipahami adalah aspek penting lain dari desain UI UX yang inklusif. Ini termasuk penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, serta penyajian informasi dalam format yang bisa diakses oleh semua pengguna. Pertimbangkan untuk menggunakan simbol atau ikon yang universal dimengerti serta memberikan alternatif teks untuk gambar dan video. Ini tidak hanya membantu pengguna dengan keterbatasan visual tetapi juga mendukung mereka yang mungkin memiliki keterbatasan membaca atau belajar. Selain itu, menyediakan transkripsi untuk konten audio dan sub judul untuk video dapat membuat aplikasi lebih inklusif.

8. Desain Responsif sebagai Kunci Aksesibilitas

Desain responsif memastikan bahwa aplikasi kamu dapat diakses dan berfungsi dengan baik pada semua perangkat dan ukuran layar. Ini sangat penting karena pengguna dengan berbagai kemampuan dan preferensi dapat mengakses aplikasi dari perangkat yang berbeda. Desain responsif yang baik akan menyesuaikan tata letak dan elemen antarmuka pengguna secara otomatis berdasarkan perangkat yang digunakan. Ini tidak hanya meningkatkan UX secara keseluruhan tetapi juga memastikan bahwa aplikasi tetap aksesibel dan mudah digunakan, bahkan untuk mereka yang mungkin menggunakan teknologi asistif pada perangkat mobile mereka.

Baca Juga : 5 Alasan UI/UX Design Adalah Kunci Keberhasilan Pada Aplikasi

Penutup

Merancang UI dan UX yang inklusif bukan hanya tentang memenuhi standar aksesibilitas semata, akan tetapi, juga tentang merangkul keragaman dan memberikan pengalaman yang sama kepada semua pengguna. Dengan memahami dan menerapkan prinsip desain inklusif, pengembang aplikasi software dapat menciptakan produk yang lebih etis, efektif, dan disukai oleh semua orang.

Digital Center berkomitmen untuk membantu Indonesia tumbuh secara digital, dan dengan membekali diri Anda dengan pengetahuan akan teknologi, untuk itu apabila kamu membutuhkan informasi terkait dengan UI/UX, IT & Digital Marketing solutions, kamu dapat  menghubungi kami melalui chatbot kami, serta jangan lupa untuk mengunjungi media sosial kami yakni Instagram @Digitalcenter.id Serta Linkedin Digital Center.

Tags :