Cursor

mode

Language Support

logo
logo

Get in touch

  • [email protected]
  • Wisma Staco 7th Floor Jl Casablanca Raya Kav. 18 Menteng Dalam, Tebet South Jakarta
    Indonesia
Awesome Image Awesome Image

Our Blog 2024-06-03

Apa Itu Information Architecture pada Desain UI/UX?

Writen by novaldo

comments 0

Information architecture 01

Apa Itu Information Architecture pada Desain UI/UX?

kalian mungkin pernah mendengar, atau bahkan masih asing tentang yang dinamakan dengan Information Architecture (IA). Bahkan banyak yang mungkin masih belum tentang untuk apakah IA itu dibuat serta dengan kegunaannya, untuk itu pada artikel kali ini kita akan membahas penuh tentang hal tersebut.

Apa yang dimaksud dengan Information Architecture dalam desain UI/UX?

ilustrasi Information architecture

Information Architecture (IA) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengatur dan menyusun informasi dalam sebuah sistem, seperti situs web atau aplikasi, dengan cara yang dapat diakses dan dimengerti oleh pengguna. Dalam konteks UI/UX, IA berfungsi untuk memastikan bahwa pengguna dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Information Architecture dalam UI/UX, pentingnya, komponen utamanya, proses pembuatannya, serta contoh penerapannya dalam project UI/UX.

Mengapa Perlu Information Architecture dalam UI/UX?

Information Architecture sangat penting dalam desain UI/UX karena membantu menciptakan pengalaman pengguna yang intuitif dan efisien. Dengan IA yang baik, pengguna dapat dengan mudah menavigasi situs atau aplikasi, menemukan informasi yang mereka butuhkan, dan menyelesaikan tugas mereka tanpa hambatan. Beberapa alasan mengapa IA sangat penting dalam UI/UX adalah:

  1. Navigasi yang Lebih Baik:

    IA membantu dalam menciptakan struktur navigasi yang logis dan mudah dipahami oleh pengguna, sehingga mereka dapat menjelajahi situs atau aplikasi dengan lebih mudah.
  2. Pengalaman Pengguna yang Ditingkatkan:

    Dengan mengatur informasi secara efektif, IA memastikan bahwa pengguna dapat dengan cepat menemukan apa yang mereka cari, meningkatkan kepuasan dan pengalaman pengguna.
  3. Efisiensi dalam Desain:

    IA membantu desainer dan pengembang dalam merancang dan mengimplementasikan sistem yang lebih efisien, karena mereka memiliki peta yang jelas tentang bagaimana informasi harus diorganisir.
  4. Konsistensi:

    IA memastikan bahwa informasi disajikan secara konsisten di seluruh situs atau aplikasi, sehingga pengguna tidak kebingungan atau frustasi dengan perbedaan tata letak atau istilah.

Komponen Utama pada Information Architecture

Information Architecture terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal. Beberapa komponen tersebut antara lain:

  1. Organisasi Konten: Mengatur informasi ke dalam kategori dan subkategori yang logis dan mudah dipahami.
  2. Labeling: Memberi label atau nama yang jelas dan deskriptif pada kategori dan subkategori, sehingga pengguna tahu apa yang akan mereka temukan di setiap bagian.
  3. Navigasi: Membuat struktur navigasi yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berpindah dari satu bagian ke bagian lain dalam situs atau aplikasi.
  4. Pemetaan Informasi: Menyusun peta situs atau diagram yang menggambarkan bagaimana informasi diorganisir dan dihubungkan satu sama lain.

Proses Pembuatan Information Architecture

Membuat Information Architecture yang efektif memerlukan beberapa langkah yang harus diikuti dengan hati-hati. Berikut adalah proses umum dalam pembuatan IA untuk project UI/UX:

  1. Penelitian Pengguna: Memahami kebutuhan, perilaku, dan tujuan pengguna melalui wawancara, survei, dan observasi. Ini membantu dalam menentukan informasi apa yang penting bagi pengguna dan bagaimana mereka ingin mengaksesnya.
  2. Pengumpulan Konten: Mengumpulkan semua informasi dan konten yang akan disertakan dalam situs atau aplikasi. Ini termasuk teks, gambar, video, dan elemen lainnya.
  3. Pengelompokan Konten: Mengelompokkan konten ke dalam kategori dan subkategori yang logis menggunakan teknik seperti card sorting. Ini membantu dalam memahami bagaimana pengguna mungkin mengelompokkan informasi.
  4. Pemetaan Situs: Membuat peta situs atau diagram yang menunjukkan bagaimana informasi diorganisir dan dihubungkan satu sama lain. Ini membantu dalam visualisasi struktur informasi.
  5. Penamaan Kategori: Memberi nama yang jelas dan deskriptif pada kategori dan subkategori, sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami apa yang mereka temukan di setiap bagian.
  6. Uji Pengguna: Menguji struktur informasi dengan pengguna nyata untuk memastikan bahwa mereka dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari. Ini bisa dilakukan melalui pengujian usabilitas dan feedback pengguna.
  7. Iterasi dan Penyempurnaan: Menggunakan feedback dari uji pengguna untuk memperbaiki dan menyempurnakan IA. Proses ini berulang hingga struktur informasi benar-benar optimal.

Baca Juga : UI­ dan­ UX­ :­ Seberapa­ Berpengaruh­ Pada­ Konversi­ Website?

Contoh Penerapan Information Architecture dalam Proyek UI/UX

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret tentang penerapan Information Architecture dalam proyek UI/UX, berikut adalah contoh penerapan IA pada sebuah situs e-commerce:

Tahap 1: Penelitian Pengguna

Tim desainer dan peneliti melakukan wawancara dan survei dengan pengguna untuk memahami kebutuhan dan perilaku mereka saat berbelanja online. Dari penelitian ini, mereka menemukan bahwa pengguna seringkali kesulitan menemukan produk yang mereka cari karena navigasi yang buruk dan pengelompokan produk yang tidak logis.

Tahap 2: Pengumpulan Konten

Tim mengumpulkan semua informasi dan konten yang akan dimasukkan ke dalam situs e-commerce, termasuk deskripsi produk, gambar, ulasan pengguna, dan informasi harga.

Tahap 3: Pengelompokan Konten

Menggunakan teknik card sorting, tim mengelompokkan produk ke dalam kategori yang logis, seperti pakaian pria, pakaian wanita, aksesoris, dan elektronik. Setiap kategori kemudian dibagi lagi menjadi sub kategori yang lebih spesifik, seperti kaos, celana, dan sepatu di bawah kategori pakaian pria.

Tahap 4: Pemetaan Situs

Tim membuat peta situs yang menunjukkan struktur hierarki informasi, dengan kategori utama dan sub kategori yang terhubung satu sama lain. Peta situs ini membantu dalam visualisasi bagaimana pengguna akan bernavigasi di situs.

Tahap 5: Penamaan Kategori

Setiap kategori dan subkategori diberi nama yang jelas dan deskriptif, seperti “Pakaian Pria” untuk kategori utama dan “Kaos” untuk subkategori. Ini membantu pengguna dalam memahami dengan cepat apa yang akan mereka temukan di setiap bagian.

Tahap 6: Uji Pengguna

Tim menguji struktur informasi dengan pengguna nyata melalui sesi pengujian usability. Pengguna diminta untuk menemukan produk tertentu dan memberikan feedback tentang kemudahan navigasi dan pemahaman mereka terhadap kategori dan subkategori.

Tahap 7: Iterasi dan Penyempurnaan

Berdasarkan feedback dari uji pengguna, tim melakukan beberapa perubahan pada struktur informasi, seperti mengubah nama subkategori yang kurang jelas dan memperbaiki urutan kategori untuk memudahkan navigasi.

Dengan menerapkan Information Architecture yang baik, situs e-commerce ini berhasil meningkatkan kepuasan pengguna, mengurangi tingkat pentalan (bounce rate), dan meningkatkan konversi penjualan. Pengguna dapat dengan mudah menemukan produk yang mereka cari dan menyelesaikan pembelian tanpa hambatan.

Tren Information Architecture di 2024

Pada tahun 2024, ada beberapa tren menarik dalam Information Architecture yang perlu diperhatikan oleh desainer UI/UX. Salah satu tren utama adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk meningkatkan personalisasi dalam penyusunan informasi. Dengan AI, situs web dan aplikasi dapat menyesuaikan konten dan navigasi berdasarkan preferensi dan perilaku pengguna individu, menciptakan pengalaman yang lebih relevan dan efisien.

Selain itu, tren lain yang muncul adalah integrasi antara Information Architecture dan desain suara. Dengan meningkatnya penggunaan asisten suara seperti Alexa dan Google Assistant, desainer kini harus mempertimbangkan bagaimana informasi dapat diakses melalui perintah suara dan bagaimana navigasi suara dapat dirancang untuk menjadi intuitif dan efektif.

Bagaimana Kamu dapat Membangun UI/UX Design menggunakan Information Architecture eksklusif dengan Digital Center Group ?

Pengenalan Digital Center Group

Digital Center Group adalah pusat pengembangan teknologi informasi yang berdedikasi untuk membawa Indonesia untuk tampil & menunjukan bakat serta potensi yang ada di dunia teknologi digital. Dengan seluruh Digital Center yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, Digital Center Group telah membantu berbagai industri dan perusahaan dalam memperkuat kehadiran mereka dalam dunia digital.

Layanan dan Dukungan Digital Center Group

  • E-commerce Development:

    Digital Center Group menawarkan solusi terkait e-commerce, mulai dari developing hingga maintaining. Bisnismu akan dibangun oleh ahli yang berpengalaman dalam dunia e-commerce.
  • Web & Design Development:

    Layanan yang berfokus pada pengembangan situs web serta desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) yang menarik dan fungsional. Layanan ini mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan, desain, hingga pemeliharaan situs web yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas online dan interaksi pengguna.
  • Cyber Security Services:

    Dirancang untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan informasi bisnis dengan menerapkan langkah-langkah keamanan yang proaktif dan responsif.
  • CRM Solutions:

    Bertujuan untuk meningkatkan hubungan bisnis melalui pengelolaan data dan informasi pelanggan, meningkatkan retensi pelanggan, serta mendorong pertumbuhan penjualan.
  • UI/UX Design & Development:

    Pengembangan strategis yang membantu bisnis dalam memberikan pengalaman pengguna yang superior, serta mendorong pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang.
  • Digital Marketing Solutions:

    Membantu bisnis dalam memanfaatkan kekuatan digital dalam mencapai audiens yang lebih luas, meningkatkan visibilitas merek, dan mendorong pertumbuhan penjualan.

Baca Juga : 8 Tips Desain UI/UX untuk Aplikasi Software yang User friendly

Kesimpulan

Information Architecture adalah elemen penting dalam desain UI/UX yang membantu dalam menata dan menyusun informasi secara logis dan mudah diakses oleh pengguna. Dengan memahami dan menerapkan IA yang baik, desainer dapat menciptakan pengalaman pengguna yang lebih intuitif dan efisien. Proses pembuatan IA melibatkan beberapa langkah, mulai dari penelitian pengguna hingga pengujian dan iterasi, yang semuanya bertujuan untuk memastikan bahwa struktur informasi memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Penerapan IA yang efektif dapat membawa banyak manfaat bagi bisnis, termasuk navigasi yang lebih baik, peningkatan pengalaman pengguna, dan efisiensi dalam desain. Dengan demikian, Information Architecture adalah fondasi yang sangat penting dalam menciptakan produk digital yang sukses dan user-friendly.

Dengan dukungan yang berkelanjutan, Digital Center Group adalah partner yang tepat untuk membawa bisnis e-commerce kamu ke tingkat berikutnya. untuk itu apabila kamu membutuhkan informasi terkait dengan E-commerce Solutions, Web & Design Development, Mobile apps Development, Cybersecurity Services, CRM Solutions, UI/UX, hingga Digital Marketing solutions, kamu dapat  menghubungi kami melalui chatbot kami, serta jangan lupa untuk mengunjungi media sosial kami yakni Instagram @Digitalcenter.id Serta Linkedin Digital Center.