Cursor

mode

Language Support

logo
logo

Get in touch

  • [email protected]
  • Wisma Staco 7th Floor Jl Casablanca Raya Kav. 18 Menteng Dalam, Tebet South Jakarta
    Indonesia
Awesome Image Awesome Image

Our Blog 2024-06-07

Kapan Perlu Menerapkan Information Architecture pada UI/UX?

Writen by novaldo

comments 0

Information-architecture-03

Kapan Perlu Menerapkan Information Architecture pada UI/UX Desain?

Dalam dunia desain digital yang terus mengalami perubahan serta perkembangan seiring berjalannya waktu, Information Architecture (IA) merupakan elemen krusial yang memastikan User Experience (UX) yang efektif dan menyenangkan. Meskipun penting, banyak desainer serta developer yang masih bingung tentang kapan dan bagaimana kita perlu menerapkan Information Architecture dalam project mereka. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai hal ini dan studi kasus real  untuk membantu kamu memahami kapan menggunakan Information Architecture dalam desain UI/UX.

Apa Itu Information Architecture?

Information Architecture adalah seni dan ilmu mengorganisir, menyusun, dan memberi label konten untuk membantu pengguna menemukan informasi dan menyelesaikan tugas dengan mudah. Elemen utama IA meliputi struktur, labeling, navigasi, dan pencarian.

Apa manfaat dan tujuan dari Information Architecture?

Manfaat utama dari Information Architecture (IA) 

Tujuan utama dari penerapan IA ini yaitu adalah meningkatkan pengalaman pengguna dengan memastikan informasi mudah ditemukan dan diakses. Dengan struktur informasi yang baik, pengguna dapat bernavigasi pada situs web atau aplikasi dengan efisien tanpa kebingungan. IA membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencari informasi, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pengguna dan mengurangi tingkat bounce rate. Selain itu, IA mendukung Search Engine Optimization (SEO) dengan menyusun konten secara terorganisir, sehingga mesin pencari dapat lebih mudah mengindeks dan menampilkan konten yang relevan.

Tujuan dari penerapan Information Architecture (IA)  

Tentunya dengan penerapan IA yang baik, maka akan menciptakan struktur informasi yang logis dan intuitif, yang memfasilitasi navigasi yang mulus dan penggunaan yang efisien. IA memungkinkan pengguna untuk menemukan informasi yang mereka cari dengan cepat dan mudah, yang meningkatkan interaksi dari pengguna dan menghasilkan retensi. Selain itu, dengan mengatur informasi secara efektif, bisnis dapat meningkatkan konversi karena pengguna lebih mungkin menyelesaikan tindakan yang diinginkan, seperti melakukan pembelian atau mengisi formulir. Pada akhirnya, IA berkontribusi pada kesuksesan produk atau layanan dengan menciptakan pengalaman pengguna yang positif dan memuaskan.

Kapan Perlu Menggunakan Information Architecture?

1. Ketika Merancang Situs Web atau Aplikasi Baru

Ketika memulai project baru, Information Architecture harus menjadi langkah awal yang kritis. Memulai dengan penelitian pengguna untuk memahami kebutuhan mereka, kamu bisa membangun struktur informasi yang logis dan intuitif sejak awal. Misalnya, ketika Dropbox pertama kali diluncurkan, tim desain mereka fokus pada bagaimana pengguna menyusun file digital dan membuat struktur navigasi yang mudah diakses oleh semua pengguna, dari pemula hingga profesional. Menurut Nielsen Norman Group, 79% pengguna melakukan pemindaian (scanning) daripada membaca secara detail. Dengan struktur yang baik, informasi penting bisa ditemukan dengan cepat.

2. Saat ingin Menambah Fitur Baru

Menambah fitur baru ke situs web atau aplikasi memerlukan pembaruan pada Information Architecture. Fitur baru harus terintegrasi dengan baik dalam struktur yang ada untuk menjaga aliran informasi tetap logis. Contohnya, ketika Instagram menambahkan fitur Stories, mereka mengubah struktur navigasi aplikasi untuk memastikan fitur baru ini mudah ditemukan dan digunakan, tanpa mengganggu pengalaman pengguna yang sudah ada.

3. Saat Melakukan Redesign atau Revamp

Redesign besar atau revamp memerlukan evaluasi dan pembaruan Information Architecture. Audit konten adalah langkah penting untuk menentukan apa yang masih relevan, perlu diperbarui, atau dihapus. Sebagai contoh, ketika Airbnb melakukan redesign, mereka memfokuskan ulang Information Architecture untuk membuat pencarian dan pemesanan lebih intuitif, berdasarkan feedback pengguna yang menginginkan navigasi yang lebih sederhana.

4. Saat Menghadapi Masalah Navigasi

Jika pengguna sering mengeluhkan masalah navigasi, ini menjadi suatu bukti bahwa Information Architecture pada web atau aplikasi kamu perlu diperbaiki. Melakukan pengujian kegunaan (usability testing) dapat mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi untuk perbaikan. Sebagai contoh, ketika Amazon pertama kali diluncurkan, mereka mengalami banyak feedback tentang navigasi yang rumit. Dengan mengoptimalkan Information Architecture, mereka berhasil meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan. Forrester Research menemukan bahwa pengoptimalan UX dapat meningkatkan tingkat konversi hingga 400%.

Baca Juga : Mengapa Information Architecture Penting bagi UI/UX?

Studi Kasus Penggunaan Information Architecture yang baik

1. Spotify : Meningkatkan Pengalaman Pengguna dengan IA

spotify-IA-01

Spotify menggunakan information architecture untuk memastikan pengguna dapat dengan mudah menemukan musik dan podcast. Dengan ribuan konten yang tersedia, Spotify mengorganisir informasi dengan cara yang memungkinkan pengguna menemukan konten baru dan favorit mereka dengan cepat melalui fitur pencarian dan rekomendasi yang kuat. Spotify melaporkan peningkatan 20% dalam keterlibatan pengguna setelah memperbarui struktur informasi mereka.

2. Netflix : Navigasi yang Intuitif dengan IAnetflix-IA-01 

Netflix telah menerapkan information architecture untuk mengatur konten dalam berbagai kategori yang memudahkan pengguna menemukan film atau acara TV yang mereka sukai. Penggunaan tagging dan algoritma rekomendasi yang canggih membantu menciptakan pengalaman pengguna yang dipersonalisasi. Netflix melihat peningkatan retensi pengguna sebesar 30% setelah mengimplementasikan struktur navigasi baru yang lebih intuitif.

Tahapan Implementasi dari Information Architecture

1. Penelitian Pengguna dan Pengumpulan Data

Mulailah dengan memahami pengguna kamu melalui wawancara, survei, dan analisis perilaku. Data ini membantu membangun struktur informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

2. Pembuatan Peta Situs dan Wireframes

Buat peta situs dan wireframes untuk merencanakan struktur informasi. Peta situs membantu memvisualisasikan hubungan antar halaman, sementara wireframes memberikan gambaran awal tata letak halaman.

3. Pengujian dan Validasi

Pengujian Information Architecture dengan pengguna nyata untuk mengidentifikasi masalah dan memastikan bahwa struktur yang dirancang memenuhi kebutuhan pengguna. Pengujian ini dapat dilakukan dengan cara prototyping dan simulasi navigasi.

4. Revisi & Perbaikan Berkelanjutan

Information Architecture harus selalu ditinjau dan diperbaiki sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna dan perkembangan produk atau layanan. Proses ini melibatkan revisi dan perbaikan terus-menerus untuk memastikan bahwa struktur informasi tetap relevan dan efektif.

Baca Juga : Apa Itu Information Architecture pada Desain UI/UX?

Bagaimana Kamu dapat Membangun UI/UX Design menggunakan Information Architecture eksklusif dengan Digital Center Group ?

Pengenalan tentang Digital Center Group

Digital Center Group adalah pusat pengembangan teknologi informasi yang berdedikasi untuk membawa Indonesia untuk tampil & menunjukan bakat serta potensi yang ada di dunia teknologi digital. Dengan seluruh Digital Center yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, Digital Center Group telah membantu berbagai industri dan perusahaan dalam memperkuat kehadiran mereka dalam dunia digital.

Layanan dan Dukungan Digital Center Group

  • E-commerce Development:

    Digital Center Group menawarkan solusi terkait e-commerce, mulai dari developing hingga maintaining. Bisnismu akan dibangun oleh ahli yang berpengalaman dalam dunia e-commerce.

  • Web & Design Development:

    Layanan yang berfokus pada pengembangan situs web serta desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) yang menarik dan fungsional. Layanan ini mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan, desain, hingga pemeliharaan situs web yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas online dan interaksi pengguna.

  • Cyber Security Services:

    Dirancang untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan informasi bisnis dengan menerapkan langkah-langkah keamanan yang proaktif dan responsif.

  • CRM Solutions:

    Bertujuan untuk meningkatkan hubungan bisnis melalui pengelolaan data dan informasi pelanggan, meningkatkan retensi pelanggan, serta mendorong pertumbuhan penjualan.

  • UI/UX Design & Development:

    Pengembangan strategis yang membantu bisnis dalam memberikan pengalaman pengguna yang superior, serta mendorong pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang.

  • Digital Marketing Solutions:

    Membantu bisnis dalam memanfaatkan kekuatan digital dalam mencapai audiens yang lebih luas, meningkatkan visibilitas merek, dan mendorong pertumbuhan penjualan.

Kesimpulan

information architecture adalah salah satu elemen atau kunci penting dalam desain UI/UX yang tidak boleh diabaikan. Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakannya, bisnis dapat meningkatkan pengalaman pengguna, efisiensi, dan keterlibatan. Studi kasus dari perusahaan terkemuka seperti Spotify dan Netflix menunjukkan betapa pentingnya IA dalam menciptakan pengalaman pengguna yang memuaskan dan meningkatkan kesuksesan produk atau layanan. Dalam dunia digital yang semakin kompleks, investasi dalam Information Architecture yang baik adalah investasi dalam masa depan bisnis kamu.

Selain itu, dengan dukungan yang berkelanjutan, Digital Center Group merupakan partner yang tepat untuk membawa bisnis e-commerce kamu ke tingkat berikutnya. untuk itu apabila kamu membutuhkan informasi terkait dengan E-commerce Solutions, Web & Design Development, Mobile apps Development, Cybersecurity Services, CRM Solutions, UI/UX, hingga Digital Marketing solutions, kamu dapat  menghubungi kami melalui chatbot kami, serta jangan lupa untuk mengunjungi media sosial kami yakni Instagram @Digitalcenter.id Serta Linkedin Digital Center.